Sejarah

_mg_8672

Kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidangnya merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam pembangunan. Berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah, lebih dari 340 Daerah Tingkat II di Indonesia akan menggali semua potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada. Untuk mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara terkendali, keberadaan tenaga sarjana yang mampu dan terampil dalam bidang teknik geologi, yang meliputi konsentrasi geologi tata lingkungan, geologi sumber daya mineral, geologi sumber daya energi, geologi dinamika maupun geologi kelautan, terasa semakin dibutuhkan keberadaannya.

Teknik Geologi merupakan suatu cabang ilmu rekayasa yang mengembangkan pengetahuan tentang kebumian, khususnya pada bagian kulit bumi, dengan penekanan pada pembahasan materi, komposisi, serta proses-proses yang teriadi. Proses-proses kebumian yang terjadi seringkali terkait dengan kehidupan manusia dan lingkungan.  Wilayah Indonesia memiliki kondisi geologi yang kompleks dengan keterdapatan zona kegempaan aktif, sebaran gunungapi aktif, potensi mineral dan energi. Kondisi ini menjadikan Indonesia kaya akan sumberdaya geologi, namun juga rawan akan bencana geologi. Dengan demikian, negara kita membutuhkan tenaga kerja dan ahli geologi yang peka dan mampu menganalisis berbagai fenomena geologi yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Pemanfaatan sumber daya geologi yang tepat dan berwawasan lingkungan akan dapat terlaksana di tangan mereka. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi otonomi daerah dan Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun-tahun mendatang yang semakin kompetitif.

Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro didirikan dan mulai aktif pada tahun 2004. Sebelumnya, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang saat itu sudah memiliki program Strata Satu bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Kimia, Mesin, Elektro, Planologi, Industri Lingkungan dan Perkapalan, ingin berperan aktif dalam upaya mengatasi kebutuhan sumber daya manusia di bidang geologi. Dengan melewati berbagai perjuangan, akhirnya Departemen Pendidikan Nasional, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, memberikan ijin penyelenggaraan pendirian Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan surat bernomor: 3024/D/T/2004, tertanggal 4 Agustus 2004.

Awalnya, kegiatan akademik dan administrasi Program Studi Teknik Geologi bertempat di Gedung Kuliah Bersama Fakultas Teknik. Pada tahun 2008, diperoleh bantuan dari PT. Pertamina untuk pembangunan gedung khusus bagi Teknik Geologi.  Pembangunan gedung dapat diselesaikan dengan lancar sehingga mulai 2010 Teknik Geologi menempati gedung tiga lantai seluas 1,265 m2 yang diberi nama Gedung Pertamina Sukowati. Pada tahun 2012, Program Studi Teknik Geologi telah terakreditasi B dengan SK BAN-PT No. 017/BAN-PT/Ak-XV/S1/VI/2012.

Berdasarkan Keputusan Rektor No. 1122/UN7.P/HK/2016, Program Studi Teknik Geologi telah berubah statusnya menjadi Departemen Teknik Geologi mulai tanggal 20 September 2016